Kali Adem pasca erupsi Merapi Okt '10

Kali Adem pasca erupsi Merapi Okt '10
Liburan des 2010 di Kali Adem pasca erupsi Merapi

Senin, 26 Januari 2009

ISOTOP, ISOTON, ISOBAR, ISO-ELEKTRON





Bahan diskusi !


























Selamat belajar








GERHANA MATAHARI CINCIN

Pada hari senin,26 Januari 2009 jam 16.35 wib terjadi gerhana matahari cincin yang dapat terlihat dari Lampung Sumatra.








Peristiwa alam ini dapat teramati di wilayah yang sama dalam waktu yang sangat lama, yaitu ratusan tahun ?

Jumat, 23 Januari 2009

TABEL SPU



APA YANG DI MAKSUD DENGAN TABEL SPU ?








1. Apa dasar penyusunan tabel SPU tersebut ?
2. Ada berapa tahap sejarah perkembangan penyusunan tabel di atas, sehingga sampai sekarang tabel SPU itu dipakai ?
3. Hal-hal apa saja yang perlu dipahami pada tabel SPU dalam mempelajari ilmu kimia ?
4. Setiap lambang atom unsur pada tabel SPU tercantum informasi apa saja yang berguna dalam mempelajari ilmu kimia ?






Bagi siswa kelas X SMA (kelas 1 SMA) dalam mempelajari tabel sistem periodik unsur (SPU) ini kalian harus dapat menghafal nama beserta lambang dari setiap atom suatu unsur yang terdapat pada tabel itu secara bertahap, sedikit demi sedikit. Sehingga kalau dari awal dalam belajar ilmu kimia kalian sudah berusaha dengan baik, maka niscaya di dalam proses pembelajaran lebih lanjut akan menjadi lebih mudah dan cepat, sebab setiap rumus kimia selalu terlibat lambang atom unsur. Kendala yang sering dijumpai sebagai kesulitan belajar kimia adalah : pada umumnya karena siswa tidak mau menghafal nama dan lambang atom maupun rumus senyawa kimia. Oleh karena itu, sekali lagi dihimbau setiap siswa dalam hal belajar ilmu apa saja, dari awal harus mau memahami akan hakikat belajar itu sendiri.Tekun dan teliti merupakan kunci keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu.





Permasalahan untuk bahan diskusi/latihan :

Jelaskan sifat keperiodikan (sifat dalam golongan dan dalam periode) unsur pada tabel SPU seperti berikut :

1. Sifat jari-jari atom
2. Sifat energi ionisasi
3. Sifat keelektronegatifan
4. Sifat afinitas elektron
5. Sifat logam dan non logam
6. Sifat kereaktifan
7. Sifat leleh dan titik didih

Pergunakan literatur/referensi buku yang kalian miliki, kemudian buatlah ringkasan secara singkat dan jelas setiap permasalahan tentang sifat-sifat tersebut !
















Selamat belajar, ... keberhasilan ada ditangan kalian masing-masing.



TABEL SPU FILE SLIDE SHOW :
  • Down-load



  • BONSAI

    BONSAI KELAPA GADING

    Berikut Bonsai Kelapa Gading yang mulai di Train sejak 15 April 2000, berasal dari pembibitan buah kelapa gading.

    Pengambilan Gambar ini unutuk pembanding perkembangan pada proses training.

    Digunakan untuk memonitor perkembangan dan kesehatan Bonsai, sebagaimana terlihat saat ini agak kurang sehat, mungkin karena : 1.Faktor kelembaban Media, 2. kelebihan Pupuk, 3. kurangnya perhatian dalam perawatan pada proses training.

    Data Bonsai hingga saat sekarang (Pengambilan Photo): 23 Januari 2009.

    Tinggi batang : 9,5 cm
    Pelepah Daun : Berjumlah 6 pelepah.
    1. Pelepah paling Luar panjangnya 40 cm
    2. Pelepah berikutnya panjangnya 30 cm
    3. Pelepah ke tiga panjangnya15 cm
    4. Pelepah ke 4 panjangnya 10 cm
    5. Pelepah ke 5 panjangnya 8 cm
    6. Pelepah ke 6 panjangnya 7 cm

    Saat sekarang terlihat akan tumbuh satu calon pelepah baru (Janur: (jawa)).
    Kondisi Bonsai Kurang Sehat, pada gambar terlihat putih karena sedang dilumuri bahan insktisida untuk mengusir semut dan ulat daun.
    (koleksi:pribadi,15 April 2000)

    Selasa, 20 Januari 2009

    PHOTO STUDY TOUR





    Photo kenangan Study-tour ke PT Petro Kimia Gresik dan PT Semen Gresik Jawa Timur pada Th.1981/1982.

















    PROGRAM KIMIA FKIP UNS ANGKATAN Th.1979 dan...



    Photo di atas adalah di dermaga PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur Th.1981 yang sedang di bangun.



    pH LARUTAN GARAM

    HIDROLISIS

    • Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa, (reaksi antara garam yang memiliki ion sisa asam lemah (basa konjugat) atau ion sisa basa lemah (asam konjugat) dengan air menghasilkan asam lemah dan atau basa lemah)


    ADA EMPAT JENIS GARAM, YAITU :

    1.Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa kuat (misalnya NaCl, K2SO4 dan lain-lain) tidak mengalami hidrolisis. Untuk jenis garam yang demikian nilai pH = 7 (bersifat netral).

    2.Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa lemah (misalnya NH4Cl, AgNO3 dan lain-lain) hanya kationnya (asam konjugat) yang terhidrolisis (mengalami hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH < 7 (bersifat asam).

    3.Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa kuat (misalnya CH3COOK, NaCN dan lain-lain) hanya anionnya (basa konjugat) yang terhidrolisis (mengalami hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH > 7 (bersifat basa).

    4.Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa lemah (misalnya CH3COONH4 , Al2S3 dan lain-lain) kation (asam konjugat) dan anion (basa konjugat) keduanya mengalami hidrolisa maka disebut hidrolisis total (sempurna). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH-nya tergantung harga Ka dan Kb.

    Jika :
    1. Ka = Kb, larutan-nya netral (pH = 7)
    2. Ka > Kb, larutan-nya bersifat asam (pH < 7)
    3. Ka < Kb, larutan-nya bersifat basa (pH > 7)

    Latihan :
    Tuliskan reaksi Hidrolisa garam-garam berikut
    1. NaCN + H2O
    2.(NH4)2SO4 + H2O
    3. Al2(CO3)3 + H2O

    Senin, 19 Januari 2009

    pH PENYANGGA




    LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)



    Larutan Penyangga (buffer) adalah Larutan yang terbuat dari :
    a. Campuran asam lemah dengan garam (basa konjugat) dari asam lemah tersebut.
    Contoh:
    1. CH3COOH dengan CH3COONa
    2. H3PO4 dengan NaH2PO4

    b. Campuran basa lemah dengan garam (asam konjugat) dari basa lemah tersebut.
    Contoh:
    NH4OH dengan NH4Cl

    c. Reaksi asam kuat dengan basa lemah berlebihan..
    Contoh:
    HCl (aq) + NH4OH (aq), berlebih

    d. Reaksi basa Kuat dengan asam lemah berlebihan.
    Contoh:
    KOH (aq) + HCN (aq), berlebih

    Sifat larutan buffer:
    a. pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
    b. pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa.




    CARA MENGHITUNG pH LARUTAN BUFFER



    1. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya (basa konjugat) digunakan rumus:

    [H + ] = Ka. Ma/Mg


    • Jadi Rumus :


    pH = pKa + log Mg/Ma



    Dimana :
    Ma = konsentrasi asam lemah
    Mg = konsentrasi garam (basa konjugasi)
    Ka = tetapan ionisasi asam lemah

    Contoh :
    Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam asetat dengan 0.1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan
    Ka bagi asam asetat = 10 -5
    • Jawab :
    Ma = 0.01 mol/liter = 10 -2 M
    Mg = 0.10 mol/liter = 10 -1 M

    • Jadi pH = pKa + log Mg/Ma = -log 10 - 5 + log 10 -1 / 10 -2 = 5 – 1 + 2 = 6



    2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (asam konjugat), digunakan rumus:

    [OH - ] = Kb . Mb/Mg


    • Rumus :

    pOH = pKb + log Mg/Mb


    Dimana :
    Mb = konsentrasi basa lemah
    Mg = konsentrasi garam (asam konjugasi)
    Kb = tetapan ionisasi basa lemah

    Kemudian dipakai rumus :

    pH = pKw - pOH


    Contoh :
    Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol NH4OH dengan 0.1 mol HCl (Kb.NH4OH = 10 -5)
    Jawab :
    NH4OH(aq) + HCl(aq) → NH4Cl(aq) + H2O(l)
    • mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
    mol NH4OH sisa = 0.2 - 0.1 = 0.1 mol
    mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol

    • Sistematika Reaksi :
    NH4OH (aq) + HCl (aq) → NH4Cl (aq) + H2O (l)
    Mula 2 : 0,2 mol 0,1 mol
    Reaksi : 0,1 mol 0,1 mol .
    Akhir : NH4OH : 0,1 mol HCl : 0 mol NH4Cl : 0,1 mol
    • Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) atau asam konjugat (NH4+) maka campurannya akan membentuk Larutan Buffer Basa.
    • Mb (sisa) = 0.1 mol/liter = 10 -1 M
    Mg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10 -1 M

    pOH = pKb + log Mg/Mb = -log 10 -5 + log 10 -1/10 -1 = 5 + log 1 = 5
    Jadi pH = 14 - pOH = 14 - 5 = 9


    Tugas : pH Larutan Penyangga (Buffer)

    1. Hitunglah pH larutan jika dicampur 50 cm3 CH3COOH 0,2 M dengan 100 cm 3 CH3COOK 0,01 M. Ka.CH3COOH = 1,8. 10 -5 .
    2. Jika 100 cm 3 0,4 M NH3 dicampur dengan 50 cm 3 larutan HCl 0,1 M , Hitung pH larutan jika Kb.NH3 = 1,7. 10 -5 .
    3. Berapa pH larutan jika 0,2 gram NaOH dimasukkan ke dalam 200 cm 3 asam asetat 0,4 M ? Ka.CH3COOH = 1,75. 10 -5. Ar.Na = 23 ; 0 = 16 ; H = 1 .
    4. Asam Format ( HCOOH) sebanyak 1,84 gram dimasukkan ke dalam air hingga volume 100 cm 3 . Agar pH larutan menjadi 3 , berapa gram Na-Format (HCOONa) yang harus ditambahkan ? Ka.HCOOH = 1,8. 10 -5. Ar.H = 1 ; C = 12 ; 0 = 16 ; Na = 23.
    5. Hitung jumlah mol Na-Asetat yang harus ditambahkan pada larutan 0,1 M Na-Asetat agar pH larutan menjadi 6. Ka.CH3COOH = 10 -5.


    Selamat mengerjakan tugas, semoga sukses


    Sumber belajar :
    1. Buku Kimia SMA Kelas 2 penerbit dari : Erlangga; Rosda; Tiga serangkai; Paket dikbud dll.
    2. Web.Kimia Wikipedia; Media Pendidikan Dinas Pendidikan Nasional/Pustekom/Dikmenum, dll.


    Minggu, 18 Januari 2009

    MENGHITUNG pH BASA




    pH LARUTAN BASA.



    1.pH Larutan Basa Kuat



    • Untuk menentukan pH larutan basa kuat ( α = 1), maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basa. Untuk menentukan konsentrasi ion OH dipakai rumus yaitu :

    [OH ] = n x Mb


    Dimana : Mb = Molaritas Basa Kuat ( [Basa] )
    n = Valensi Basa Kuat (jumlah OH dalam rumus kimia basa)

    pOH = - log [OH ]


    Maka :

    pH = pKw – pOH
    = 14 – pOH

    Contoh:
    a. Hitunglah pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M

    b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M

    Jawab:
    a. KOH(aq) → K+ (aq) + OH (aq)

    [OH ] = 1 x [KOH] = 0.1 = 10 –1 M
    pOH = - log [OH ] = - log 10 –1 = 1
    Jadi pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13

    b. Ba(OH)2 (aq) → Ba 2+(aq) + 2 OH (aq)
    [OH ] = 2 x [Ba(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10 –2 M
    pOH = - log [OH] = - log 2.10 –2 = 2 - log 2
    Jadi pH = 14 - pOH = 14 - (2 - log 2) = 12 + log 2

    2.pH Larutan Basa Lemah
    • Basa lemah mempunyai harga derajat ionisasinya α ≠ 1, sehingga untuk menentukan konsentrasi ion OH digunakan rumus:

    [OH ] = √ (Mb . Kb) atau [OH ] = Mb x α

    • Dimana : Mb = konsentrasi Molar basa lemah
    Kb = tetapan ionisasi basa lemah.
    α = derajat ionisasi basa lemah

    Contoh:
    Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasi basa, Kb = 10 –5
    Jawab:
    NH4OH (aq) ↔ OH (aq) + NH4 + (aq)
    • [OH ] = √ (Mb . Kb) = √10 –3 . 10 –5 = 10 –4 M
    pOH = - log [OH ] = - log 10 –4 = 4
    Jadi pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10

    Tugas 1 : pH Asam Basa

    Pada suhu ruang Hitunglah pH larutan berikut :
    1. Jika 0,98 gram Asam Sulfat terlarut dalam 2 liter larutannya.
    (diketahui : Ar.H = 1; S = 32; O = 16)
    2. Jika 0,04 gram Natrium Hidroksida terlarut 1 liter larutannya.
    (diketahui : Ar.Na = 23; O = 16; H = 1)
    3. Jika 0,27 gram Asam Sianida terlarut dalam satu liter larutannya.
    Diketahui Tetapan kesetimbangan asam, Ka = 10 –8 dan Ar.H = 1; C = 12; N = 14.
    4. Jika 70 milligram Ammonium Hidroksida terlarut dalam 200 cm 3 larutannya.
    Diketahui tetapan kesetimbangan basa, Kb = 10 –5 dan Ar.N = 14; H = 1; O = 16.



    Selamat mengerjakan tugas, semoga sukses.



    Sumber belajar :
    1. Buku Kimia SMA Kelas 2 penerbit dari : Erlangga; Rosda; Tiga serangkai; Paket Dikbud dll.
    2. Web.Kimia Wikipedia; Media Pendidikan Dinas Pendidikan Nasional/Pustekom/Dikmenum, dll.


    DERAJAT KEASAMAN LARUTAN




    pH LARUTAN ASAM DAN BASA



    • Untuk menentukan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.
    • pH dapat dihitung dari kadar konsentrasi ion H + dalam larutan.
    • Munurut Sorensen untuk menghitung pH dipakai rumus : pX = - log X, analog dengan rumusan ini maka :



    pH = - log [H+]




    • Dalam penelitian air murni (25oC): [H+] = [OH - ] = 10 -7 mol/L
    pH = - log [H+] = - log 10 -7 = 7
    pOH = - log [OH-] = - log 10 -7 = 7

    Harga Tetapan Air, Kw = [H+] [OH - ] = 10 -14 , sehingga :
    pKw = - log Kw = - log 10 -14 = 14


    Air Murni bersifat Netral, pH = 7 dan harga tetapan air (25oC), Kw = 10 -14

    Berdasar penelitian air murni tersebut, dipakai sebagai pedoman :

    Apabila harga nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral
    Apabila harga nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam
    Apabila harga nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa

    Pada suhu ruang : pKw = pH + pOH = 14


    MENGHITUNG pH LARUTAN ASAM

    1. pH Larutan Asam Kuat

    Asam kuat mempunyai harga derajad ionisasi α = 1, maka untuk menentukan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asam dan dengan memperhatikan valensi asamnya. Untuk mengitung konsentrasi ion [H +] dipakai rumus :

    [H +] = n x Ma


    Dimana :
    Ma = Molaritas Asam Kuat ( [Asam] }
    n = Valensi asam (jumlah H dalam rumus kimia asam)



    Contoh:
    1. Hitunglah pH dari 200 ml larutan 0.01 M HNO3
    Jawab:
    HNO3 (aq) → H + (aq) + NO3- (aq)
    [H +] = 1 x [HNO3] = 0.01 = 10 -2 M
    Jadi pH = -log [H +] = - log 10 -2 = 2



    2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.001 mol asam sulfat (H2SO4)
    Jawab:
    H2SO4 (aq) → 2 H + (aq) + SO4 2- (aq)
    [H+] = 2 x [H2SO4] = 2 x [0.001 mol/2.0 liter] = 2 x 0.0005 = 10 -3 M
    Jadi pH = - log [H +] = - log 10 -3 = 3



    2. pH Larutan Asam Lemah
    Asam lemah mempunyai harga derajat ionisasinya α ≠ 1, yaitu (0 < α < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). Langkah awal yang harus dilakukan adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus :



    [H+] = √ ( Ma . Ka) atau [H+] = Ma x α




    Dimana :
    Ma = Molaritas asam lemah
    Ka = Tetapan ionisasi asam lemah
    α = Derajad ionisasi asam lemah



    Contoh:
    1. Hitunglah pH dari 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya, jika diketahui Ka = 10 -5



    • Jawab: Ma = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10 -1 M
    CH3COOH (aq) ↔ H+(aq) + CH3COO - (aq)
    • [H+] = √ (Ma . Ka) = √10 -1 . 10 -5 = 10 -3 M
    Jadi pH = -log [H+] = -log 10 -3 = 3

    Tata cara penulisan rumus kimia telah di EDIT




    Sumber belajar :
    1. Buku Kimia SMA Kelas 2 penerbit dari : Erlangga; Rosda; Tiga serangkai; Paket Dikbud, dll.
    2. Web.Kimia Wikipedia; Media Pendidikan Dinas Pendidikan Nasional/Pustekom/Dikmenum, dll.


    ASAM DAN BASA




    TEORI ASAM DAN BASA ARHENIUS



    1. ASAM
    Asam adalah suatu senyawa yang dapat terurai menghasilkan ion H+ (ion Hidrogen) dan ion sisa asam bermuatan negatip (anion) bila dilarutkan dalam air.
    Asam dikelompokkan dalam 2 kelompok, yaitu : 1. Asam kuat dan 2. Asam lemah.
    Asam Kuat terionisasi sempurna (α = 1) dan Asam Lemah terionisasi sebagian (α lebih kecil 1)



    Contoh :
    1.1. Asam Kuat :
    a. HCl : Asam Klorida
    b. HNO3 : Asam Nitrat
    c. HBrO4 : Asam Perbromat
    d. H2SO4 : Asam Sulfat
    e. HI : Asam Iodida, dll.

    1.2. Asam Lemah :
    a. HCN : Asam Sianida
    b. H2S : Asam Sulfida
    c. H2CO3 : Asam Karbonat
    d. H2C2O4 : Asam Oksalat
    e. CH3COOH : Asam Asetat, dll.
    Setiap Asam lemah mempunyai tetapan kesetimbangan asam (Ka).
    Jumlah/banyaknya ion H+ yang dihasilkan pada penguraian asam (ionisasi asam) disebut sebagai valensi asam dan asam yang hanya menghasilkan satu ion H+ disebut asam monoprotik sedang yang menghasilkan lebih dari satu ion H+ disebut asam poli protik.

    2. BASA
    Basa adalah suatu senyawa yang dapat terurai menghasilkan ion OH (Ion Hidroksil) dan ion logam bermuatan positip (kation) bila dilarutkan dalam air. Basa juga dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Basa Kuat (α = 1) dan 2. Basa Lemah (α lebih kecil 1)

    Contoh :
    2.1. BASA KUAT
    a. NaOH : Natrium Hidroksida
    b. KOH : Kalium Hidrohsida
    c. Ca(OH)2 : Kalsium Hidroksida
    d. Sr(OH)2 : Stronsium Hidroksida, dll.

    2.2. BASA LEMAH
    a. NH4OH : Ammonium Hidrosida
    b. Al(OH)3 : Aluminium Hidroksida, dll.
    Setiap Basa Lemah mempunyai harga tetapan kesetimbangan basa (Kb).



    Jumlah/banyaknya ion OH pada ionisasi Basa, baik pada ionisasi basa kuat maupun basa lemah adalah menyatakan valensi basa.



    Antara asam dan basa dapat bereaksi menghasilkan zat (senyawa) yang disebut Garam. Senyawa garam ini merupakan senyawa ion yang terbentuk dari gabungan ion positip/ion logam (kation) dari basa dengan ion negatip sisa asam (anion)

    Secara umum persamaan reaksi asam HnA dengan basa L(OH)m di tulis :

    m HnA + n L(OH)m → (m x n) H2O + LnAm
    Asam + Basa → Air + Garam



    Adapun reaksi pembentukan asam (asam oksi) dan pembentukan basa yaitu :


    a. Reaksi pembentukan asam (asam oksi) :


    Oksida non-logam + Air → Asam oksi



    b. Reaksi pembentukan basa :


    Oksida Logam + Air → Basa



    Tugas : Ionisasi Asam dan Basa, Reaksi asam dengan basa serta reaksi pembentukan asam dan pembentukan basa.



    I. Tuliskan Persamaan ionisasi Asam dan Basa pada contoh tersebut di atas :
    1.1. Asam Kuat
    1.2. Asam Lemah
    2.1. Basa Kuat
    2.2. Basa Lemah



    II. Tuliskan Reaksi asam Basa berikut dan beri nama masing-masing zat.
    1. NaOH (aq) + H3PO4 (aq) → … .
    2. Sn(OH)4(aq) + H2SO4 (aq) → … .
    3. Ca(OH)2(aq) + H3AsO4 (aq) → … .
    4. Al(OH)3(aq) + H3PO3 (aq) → … .
    5. KOH (aq) + HNO3 (aq) → … .



    III. Tuliskan Reaksi-reaksi berikut dan tulis masing-masing nama zat.
    1. SO3 + H2O → … .
    2. P2O3 + H2O → … .
    3. N2 O5 + H2O → … .
    4. Cl2 O7 + H2O → … .
    5. Na2 O + H2O → … .
    6. BaO + H2O → … .
    7. Al2O3 + H2O → … .
    8. ZnO2 + H2O → … .




    Selamat mengerjakan tugas, semoga sukses.



    Sumber belajar :
    1. Buku Kimia SMA Kelas 2 penerbit dari : Erlangga; Rosda; Tiga serangkai; Paket Dikmenum dll.
    2. Web.Kimia Wikipedia; Media Pendidikan Dinas Pendidikan Nasional/Pustekom/Dikmenum, dll.








    HADITS TENTANG ILMU

    ILMU PENGETAHUAN DAN KEBODOHAN
     
     1. Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')

    2. Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)

    3. Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

    4. Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)

    5. Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka ... neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    6. Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )

    7. Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)

    8. Duduk bersama para ulama adalah ibadah. (HR. Ad-Dailami)

    9. Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?" Nabi Saw menjawab, "Majelis-majelis taklim." (HR. Ath-Thabrani)

    10. Apabila muncul bid'ah-bid'ah di tengah-tengah umatku wajib atas seorang 'alim menyebarkan ilmunya (yang benar). Kalau dia tidak melakukannya maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Tidak akan diterima sodaqohnya dan kebaikan amalannya. (HR.Ar-Rabii')

    11. Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka. (HR. Abu Dawud)

    12. Seorang alim apabila menghendaki dengan ilmunya keridhoan Allah maka dia akan ditakuti oleh segalanya, dan jika dia bermaksud untuk menumpuk harta maka dia akan takut dari segala sesuatu. (HR. Ad-Dailami)

    13. Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)

    14. Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab)

    15. Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)

    16. Barangsiapa dimintai fatwa sedang dia tidak mengerti maka dosanya adalah atas orang yang memberi fatwa. (HR. Ahmad)

    17. Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al-Baihaqi)

    18. Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)

    19. Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)

    20. Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al Qur'an dan ahlinya[1], serta penguasa yang adil. (HR. Abu Dawud dan Aththusi)

    21. Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (Mutafaq'alaih)

    22. Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)

    23. Maafkanlah dosa orang yang murah hati, kekeliruan seorang ulama dan tindakan seorang penguasa yang adil. Sesungguhnya Allah Ta'ala membimbing mereka apabila ada yang tergelincir. (HR. Bukhari)

    24. Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na'im)

     
    ________________________________________
    Catatan Kaki:
     
    [1] Pengemban Al Qur'an dan ahlinya termasuk pembaca, penghafal, ahli tafsir, dan penegak ajaran Al Qur'an.
     
    Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
    ________________________________________
    .:: HaditsWeb ::. 

    Rabu, 14 Januari 2009

    ENERGI






    Sistem dan Lingkungan

    Matahari adalah ciptaan Tuhan yang merupakan sumber energi bagi alam semesta baik berupa energi panas maupun energi cahaya. Tumbuhan hijau menyerap cahaya matahari dan mengubah zat-zat pada tumbuhan menjadi makanan melalui fotosintesis. Makanan merupakan sumber energi bagi makhluk hidup.
    Peristiwa ini merupakan salah satu contoh hukum kekekalan energi yaitu: energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi dapat diubah dari suatu bentuk energi menjadi bentuk yang lain.

    Peristiwa lain yang menunjukkan hukum kekekalan energi pada kimia, misalnya batu baterai dapat menyalakan lampu senter. Pada batu baterai "reaksi kimia" yang terjadi menghasilkan energi listrik, kemudian energi listrik berubah menjadi energi cahaya. Pada proses-proses tersebut tidak ada energi yang hilang tetapi energi berubah ke bentuk energi lain.





    Ingatlah selalu Hukum kekekalan Energi ini !


    (Sumber: Buku Kimia SMA 2, Penerbit Rosda)